L O A D I N G
blog banner
Ciri-ciri batuk rejan

Ciri-ciri Batuk Rejan

Batuk rejan atau yang biasa kita kenal dengan pertusis adalah penyakit yang memiliki tahapan dari mulai teringan sampai terberat, dan setiap tahapan tersebut memiliki ciri-ciri masing. Berikut ciri-ciri batuk rejan  mulai dari tahap pertama, ke dua dan ke tiga.

  1. Tahap ringan 1-3 minggu

Ciri-ciri atau gejala yang terjadi pada batuk rejan ketika masih berlangsung selama 1-3 minggu bisa dikatakan ringan seperti, hidung beringus, hidung tersumbat mata merah dan berair, demam, dan terakhir batuk. Jika masih tahap awal batuk rejan bisa diobati dengan menggunakan bahan-bahan alami dirumah.

  1. Tahap sedang 2-3 minggu

Jika batuk rejan tetap berlangsung lebih dari 1-3 minggu dalam artian semakin memburuk bisa dikatakan batuk yang semakin intensif terjadi bahkan tidak dapat berhenti selama 10 menit. tahap ini bisa saja trejadi pada orang-orang dewasa maupun balita, jika orang dewasa maka dia akan memiliki suara nafas yang meninggi atau mengi yang terdengar begitu jelas, dan parahnya lagi produksi lendir pada saluran pernafasan akan semakin banyak dan sangat pekat sehingga batuk akan terus menerus terjadi tidak berhenti. Akan tetapi jika hal ini terjadi pada bayi, biasanya kesulitan bernafas akan menjadi faktor pertama yang dipermasalahkan, bahkan bisa saja sang bayi tersebut berhenti bernafas sementara. Sehingga dapat disimpulkan, faktor ini sangat beresiko mengancam keselamatan jiwa bayi dan anak-anak. Berikut adalah ciri-ciri batuk rejan dalam tahapan kedua ini yang semakin memburuk diantaranya merasa mual, wajah berubah pucat membiru atau memerah, merasakan kelelahan ekstrem, mengeluarkan suara tinggi melengking ketika sedang bernafas.

  1. Tahapan paling buruk 3 bulan

Ciri-ciri batuk rejan yang paling buruk disini adalah kesulitan bernafas atau menjedanya, muntah, wajah menjadi kemerah biruan. Batuk tersebut tidak mempunyai cirihas untuk membedakan dengen batuk lain, bahkan tidak semua orang yang mengidap batuk tersebut mengeluarkan suara mengi saat batuk ketika bernafas. Oleh karenanya, sedikit sulit jika dapat dipastikan batuk yang berkepanjangan tersebut adalah ciri-ciri batuk rejan. solusi terbaiknya langsung periksakan pada dokter jika salah satu ciri-ciri dari penyakit tersebut sudah terlihat atau bahkan semakin memburuk. “dilansir dari lama detik Hellosehat”

Lakukan pencegahan dari sekarang agar batuk yang satu ini tidak kita alami, sehingga tidak perlu adanya penanganan secara serius. Cara trebail untuk melakukan pencegahan dari batuk tersebut adalah dengan mendapatkan vaksin dari sejak balita, bahkan dari dalam kandungan kita juga harus sudah berikan vaksin tersebut. Mendapatkan vaksin dari sejak dalam kandungan sangat membantu melindungi bayi terserang batuk rejan pada minggu-minggu awal usai kelahiran. Hal ini sudah biasa ditawarkan pada semua wanita hamil saat usia kehamilannya mencapai 28-38 minggu. Akan tetapi jika mau melakukan pemberian vaksin pada bayi yang masih dalam kandungan sebaiknya bicarakan dulu pada dokter kandungan sebelum kalian lakukan. Tidak hanya waktu dalam kandungan saja, perlu kita ketahui kekebalan vaksin akan semakin melemah ketika berusia 11 tahun. Maka, disarankan pada usia 11 tahun untuk kembali mendapatkan booster vaksinasi pertusis. Dari ciri-ciri batuk rejan yang telah disebutkan jika terjadi pada orang dewasa secara terus menerus , dokter langsung mendiagnosis penyakit tersebut dengan cara meliputi usap nasaforing, yaitu dilakukannya pengambilan sampel lendir melalui hidung untuk menganalisis adanya bakteri. Akan tetapi beberapa penelitian menyebutkan pada umumnya batuk rejan yang terjadi pada orang dewasa tidak terlalu parah hanya sebagai flu biasa atau infeksi pernafasan.[1]

Sumber : Hellosehat.com

[1] Sumber referensi Halodoc.com